Friday, July 17, 2009

Benarkah Keberuntungan Tergantung Takdir Semata???

Saya punya sebuah cerita...
Ini cerita Buddhist, tapi saya rasa maknanya bisa diresapi dan hikmah nya bisa diambil juga oleh temen-temen yang beragama lain :)


Dulu ada seorang pemuda, anak tunggal yang lahir di keluarga kaya...
Kekayaan itu berasal dari orangtua pemuda tsb yang memiliki beberapa buah toko kain tersebar di penjuru propinsi...
Jika ditaksir, kekayaan itu takkan habis dimakan 3 keturunan sekalipun..
Sang pemuda, diramalkan oleh seorang peramal, bahwa dia akan mewarisi seluruh kekayaan orangtua nya, dan ia akan hidup bergelimang harta sepanjang hidup...

Karena merasa ia memiliki takdir tsb, maka sang pemuda tak mau kerja,ia hidup menghambur-hamburkan uang orangtua nya dan berfoya-foya. Orangtuanya tidak bisa menasihati secara keras karena terlampau sayang pada anak satu-satunya..
Jika dinasihati oleh orang lain, ia selalu saja bilang, "Saya ditakdirkan kaya sepanjang hidup, meskipun saya berfoya-foya dan memanjakan diri setiap hari. Untuk apa saya bersusah payah bekerja? Haha.."

Suatu hari, karena sudah tua, sang ayah jatuh sakit kemudian meninggal..
sang ibu juga sudah terlampau tua dan tak sanggup lagi mengurus toko-tokonya..
Sang pemuda, tak bisa diharapkan untuk meneruskan usaha keluarganya..
Akhirnya sang ibu menutup seluruh usahanya, dan hidup dari tabungan keluarga yang selama ini dikumpulkan susah payah bersama suaminya..

Sang ibu jatuh sakit, harus menghabiskan uang banyak untuk berobat..
Sementara pemasukan tidak ada, pengeluaran sangat besar untuk biaya pengobatan..
Belum lagi sang pemuda yang masih saja belum sadar dan terus hidup berfoya-foya..
Akhirnya sang ibu meninggal dunia..

Uang tabungan yang banyak sekali lama kelamaan habis karena ulah si pemuda, rumah dan harta benda sudah dijual, dan mulailah ia berhutang.. Jika ditagih oleh pemberi hutang,ia selalu berkata, "Tenanglah! aku ditakdirkan kaya raya sepanjang hidup! aku pasti akan mendapat keberuntungan! nanti kalau keberuntungan itu datang, kukembalikan uangmu 10x lipat!"

Semakin banyak ia berhutang, semakin banyak ia tak membayar hutang-hutangnya, dan tak ada lagi yang percaya padanya..
Hingga lama kelamaan ia kehabisan uang, tak tau apa yang harus dikerjakan..
Dengan perut kelaparan, kerjanya hanya tidur setiap hari..
Ada seorang tua pengangkut sampah yang menghampirinya dan berkata, "Ikutlah aku, bantu aku mengangkut sampah dan akan kuberi kau uang 5 keping setiap hari..."
Sang pemuda menjawab, "Enyah kau orang tua! aku orang kaya, aku orang beruntung, ayahku pengusaha ternama, dan kini kau ingin aku mengangkut sampah?"
Lalu ia kembali tidur...

Esoknya, ada seorang bikkhu yang menghampirinya, "Anak muda, baiknya engkau membantu aku menyapu dedaunan kering di halaman kuil, daripada hanya tidur.. Akan kuberi kau makan setiap hari"
Sang pemuda menjawab, " AKU DITAKDIRKAN KAYA SEUMUR HIDUP! kau ingin aku menyapu kuilmu??"

Tak lama, sang pemuda meninggal karena kelaparan...

Ia dihadapkan ke raja neraka, dan ia marah-marah di hadapan raja neraka..
"Raja neraka, aku protes!!"
"Apa yang kau proteskan, anak muda?"
"Aku ditakdirkan menjadi orang kaya seumur hidup, bagaimana mungkin aku mati karena kelaparan??"
"Itu salahmu sendiri, saat seorang pemungut sampah mengajakmu bekerja, kau tidak mau, padahal jika kau ikuti dia dan bekerja padanya, kelak kau akan menemukan seorang pengusaha limbah plastik yang kaya raya, dan dia akan mengangkatmu anak"
"Aku anak seorang pengusaha kain terkenal, bagaimana mungkin aku menjadi pengangkut sampah? Aku tetap tidak terima! Mengapa tidak ada pekerjaan lain yang lebih baik?"
"Itu juga salahmu, waktu seorang bikkhu mengajakmu menyapu halaman kuil, kau tidak mau, padahal jika kau mau, kelak kau akan temukan harta karun emas di bawah akar pohon di halaman kuil itu.."
"AKU TETAP TIDAK TERIMA!! Aku harusnya kaya raya tanpa perlu bekerja!"
"Baiklah, sekarang kau akan bereinkarnasi, kau mau jadi apa?"
"Aku mau bisa makan tidur sesukaku, aku tak mau mati kelaparan, dan aku tidak mau bekerja pada siapapun!"
"Baiklah!"

Lalu sang pemuda bereinkarnasi dan menjadi seekor babi.

Bagaimana teman-teman, masihkah kita harus percaya bahwa keberuntungan tergantung takdir semata??


by Lim Albert
Life Surfer..

3 comments:

  1. takdir sih keknya 5%
    Keberuntungan 5%
    Usaha & Tekad 90%
    hehehe...

    ReplyDelete
  2. wah manteb nigh bro, sudah bisa komen...sip deh..salam kenal

    jangan lupa sering2 mampir ke blog gw bro, dijamin mak nyus.....

    keep it up..

    ReplyDelete
  3. @andi: bener banget broo, so keep the spirit ok :p
    @blogbuatbisnis: siippp banget broo.. ;p

    ReplyDelete

Sori,, just comment, dilarang beriklan yah :)