Monday, July 27, 2009

Berkacalah Jakarta

Tema postingan kali ini sama dengan judul salah satu karya Iwan Fals,
yg menceritakan tentang Jakarta dan keluh kesahnya...

Kembali mengunjungi Jakarta setelah satu bulan lebih berpisah, membuat
saya makin sadar banyak hal, akan kenikmatan konsumsi (apa apa ada,
tinggal pilihhh), kemudahan menguras rejeki yg belum pasti (inilah
kehebatan kartu kredit), dan kesulitan melembutkan hati (saat
berkendara maunya emosiii terus..).
Kembali menjumpai teman-teman lama di Jakarta, membuat saya sadar
bahwa dengan nyata saya bisa bedakan karakter teman dan "teman". Di
saat bersuka kita sendiri-sendiri, di saat berduka kau telepon hape ku
tanpa henti, meminta solusi, hahaha..
Melihat wajah Jakarta hari ini, membuat saya makin tau, bahwa Jakarta
bukan tempat saya lagi, bukan tempat kaki ini berdiri, bukan tempat
hati ini memuji, bukan tempat masa depan tersusuri...
Biarlah saya menjadi juragan kecil di tempat terpencil, asal hati saya
tidak menjadi degil. Biarlah saya menenun masa depan di kampung asal
jiwa saya tidak menjadi linglung.

Saya bukan tidak bisa mengikuti langkah roda ekonomi mu, Jakarta..
melainkan tidak bisa menyamai langkah perubahan, yang cepat sekali..
Jakarta, Jakarta, berkacalah..

"jangan kau paksakan untuk berlari.. angkuhmu tak peduli luka di
kaki.. jangan kau paksakan untuk tetap terus berlari... bila luka di
kaki belum terobati.. berkacalah! Jakarta!" (Iwan Fals)


--
Best Regards,

LIM ALBERT
Life Surfer...
http://limalbert.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Sori,, just comment, dilarang beriklan yah :)