Saturday, July 18, 2009

Jalan Terjal Menuju Puncak Gunung

Perjalanan waktu tak terasa berlalu begitu cepat.
Saya yang kemarin dulu masih lah seorang anak kecil, merengek minta
dibelikan kaset Gaban, sekarang malah sudah buka toko yg jualan
robot-robotan Gaban..
Saya yg kemarin dulu mengalami tangis saat putus cinta pertama di SMP,
sekarang malah sedang berpikir keras menghadapi pernikahan di depan
mata..
Saya yg kemarin dulu tertawa-tawa menghabiskan uang kiriman orangtua
di bangku kuliah, sekarang malah meratap mengais-ngais rejeki 12 jam
sehari...

Memang, jalan hidup tak ada yang tau. Semua orang boleh menerka dan
mengharap, namun penentu kemana hidup kita ini tertuju adalah putaran
nasib..
Sekarang ini, di saat saya tengah letih dan jenuh akan kehidupan, saya
mengibaratkan perjalanan hidup bagaikan sebuah perjalanan pecinta alam
yg mendaki gunung..

Di saat pendakian, pastilah sangat sulit, mempertahankan pijakan kaki
di antara tebing-tebing terjal, menahan haus dan lapar..
Menaiki satu demi satu bebatuan, yang mungkin saja saat hujan menerpa
menjadi sangat licin, dan kalau kita salah langkah, bisa menghantar
kita ke maut di kedalaman jurang hitam di sana..
Dalam perjalanan tsb, saya tetap diiringi doa orangtua, saudara,
sahabat-sahabat, yg tak jenuh memberi support dan bantuan.. Sedangkan
yang menemani adalah kekasih saya.. karena sesungguhnya memang kami
berdua hendak mencapai puncak itu bersama-sama.. Siapakah kekasih saya
itu? Dia adalah seseorang, yg saat saya haus, dia menuangkan air minum
utk saya; saat saya sakit, dia merawat saya; saat saya terluka, dia yg
mengobati saya; saat saya putus asa, dia yg mendoakan dan menguatkan
saya; saat saya sedih, dia yg berbagi tangis dgn saya... Hingga kaki
ini kembali kuat, kembali kokoh untuk melanjutkan perjalanan... Dan,
suatu saat nanti, saya yakin, saya akan memapah dia menuju puncak tsb,
puncak gunung kebahagiaan, dan menancapkan bendera tawa di sana..
Semoga.. :)

"Hampir ku tak kuat, hampir ku tak mampu.. Lewati jalan kering
berdebu.. Batinku meronta, letihku menggila, namun jarak masihlah
sangat jauh..." -Dimana, Iwan Fals-

--
Best Regards,

Lim Albert
http://limalbert.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Sori,, just comment, dilarang beriklan yah :)