Saturday, July 25, 2009

Penyakit dan Sebatang Kayu

Kembali hari ini saya hadirkan sebuah cerita untuk Anda, yg berasaskan
Karma.. "Seperti apa yg kau tanam, itulah buah yg harus kau nikmati"

Ada seorang ibu dr keluarga miskin yg sedang menderita penyakit tak
kunjung sembuh. Dia punya seorang anak laki-laki yg sangat baik dan
berbakti. Segala usaha telah dilakukan si anak untuk menyembuhkan
ibunya. Tabib mengatakan bahwa ibunya sudah tidak ada harapan lagi.
Akhirnya si anak menghadap gurunya di sebuah biara Buddhist. Ia
meminta petunjuk sang Guru bagaimana menyembuhkan ibunya. Sang Guru
hanya berkata, "Jika ibumu harus sembuh, maka ia akan sembuh karena
kebajikan. Sebab ibumu telah berbuat cukup banyak kejahatan di masa
muda nya"..

Sang anak merenung berjam-jam untuk mencerna kata-kata gurunya, namun
ia tetap tak mengerti apa maksud kebajikan yg dikatakan gurunya.
Keesokan harinya, seperti biasa si anak mencari kayu bakar di hutan.
Di tengah perjalanan turun hujan sangat deras. Si anak berlari-lari
mencari tempat berteduh. Ketika sedang berteduh, ia melihat
segerombolan semut di pinggir sungai setapak, dan segerombol lain di
seberang sungai yg tidak terkena hujan, dan segerombolan lg terhanyut
di tengah sungai tsb. Ia berpikir "Malang sekali semut-semut itu,
mungkin mereka mau menyeberangi sungai untuk berkumpul bersama
teman-temannya di seberang sungai yg tidak terkena hujan, tapi mereka
malah terseret air ke tengah sungai.." Si anak keluar dari tempat
berteduhnya, dengan berhujan-hujan ia mengambil sebatang kayu kecil
dan meletakkannya di antara sungai agar semut-semut itu bisa
menyeberang. Sementara semut-semut yang hanyut di sungai ia angkat
dengan bajunya dan ia letakkan di seberang sungai. Si anak tersenyum
senang saat melihat semut-semut itu menyeberang melewati batang kayu
yg ia taruh.

Dengan tersenyum ia pulang ke rumahnya, dengan baju yg basah kuyup..
Sampai di rumah, ia terheran-heran saat melihat ibunya sedang memasak,
padahal seharusnya ibunya tergolek lemah di tikar seperti biasanya.
Sang ibu berkata bahwa ia merasa sudah pulih. Sang anak memanggil
tabib dan tabib menyatakan ibunya sudah sembuh.. Sang anak baru
tersadar bahwa inilah yang dibilang sang Guru tentang kebajikan, yaitu
menyelamatkan hidup semut-semut tadi...

Teman-teman, kadang ada hal-hal yang membuat kita kesal dan benci,
pada diri sendiri, pada orang lain, bahkan pada Tuhan. Kita harus
tahu, bahwa mungkin, segala sesuatu yang menimpa kita, adalah buah
dari segala sesuatu yang pernah kita perbuat di masa lalu... Dan, apa
yg kita perbuat di masa kini, akan kita nikmati hasilnya di masa
mendatang.. Itulah Karma..
Seperti perjuangan si anak yang sangat mencintai ibunya, dan sang ibu
tersembuhkan berkat kebajikan anak yg sangat ingin ibunya sembuh..
Semut-semut itu adalah perantara kebajikan...

--
Best Regards,

LIM ALBERT
Life Surfer...
http://limalbert.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Sori,, just comment, dilarang beriklan yah :)