Thursday, July 30, 2009

Semut dan Manusia

Seekor semut bertanya kepada Tuhan, "Tuhan, kenapa kau ciptakan kami
seperti ini, tidak memiliki akal, kecil, lemah, diinjak-injak.. Kami
menangis setiap hari, setiap menit, setiap detik, tatkala saudara kami
terinjak mati oleh manusia, terkena racun serangga, terseret di
selokan, diserang serangga lain.. Padahal kami selalu hidup baik,
bersaudara, tidak saling melukai, tanpa rasa membenci. Kami menangis
Tuhan, sebelum kami menjadi sasaran kematian selanjutnya..."
Tuhan menjawab, "Aku menciptakanmu dengan segala kelemahan, dengan
segala penderitaan, dengan segala tangis, lalu kematian
menyelamatkanmu dari semua itu. Sementara itu Aku menciptakan manusia,
dengan segala kekuasaan, kekuatan, pilihan.. Lalu sebagian dari mereka
tergila-gila oleh kuasa, menindas dengan kekuatan, memilih
menyenangkan diri, yg pada akhirnya akan membawa penderitaan baginya.
Aku memberikan mereka tawa, namun mereka memilih tangis, Aku
memberikan mereka cinta, namun mereka memilih benci, Aku memberikan
mereka sahabat, namun mereka memilih musuh.. Taukah kau, wahai semut,
kematian tidak akan menyelamatkan mereka, kecuali mereka memperbaiki
semua itu.. Jadi, manusia yang seperti itu, nasibnya jauh jauh lebih
menderita darimu.."

Teman-teman,
Ketika seseorang melukai kita, kita menangis..
Ketika seorang sahabat meninggalkan kita, kita memusuhi..
Ketika pertemuan menjadi perpisahan, kita menyalahkan..

Tuhan memberi kita tawa, mengapa kita memilih tangis?
Tuhan memberi kita cinta, mengapa kita memilih benci?
Tuhan memberi kita sahabat, mengapa kita memilih musuh?

Dedicated to: Sahabat
"Kau sahabatku, di kehidupan ini, di kehidupan nanti..."

--
Best Regards,

LIM ALBERT
Life Surfer...
http://limalbert.blogspot.com

1 comment:

Sori,, just comment, dilarang beriklan yah :)