Tuesday, August 18, 2009

Selamat Ultah Kemerdekaan RI 64

Kemarin tidak sempat posting, padahal hati ingin sekali berbagi. Tapi
mudah-mudahan saya posting sekarang masih belum terlambat ya, masih
ada semangatnya kan? hehe..
Saya mau mengucapkan "Selamat Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 64---17
Agustus 2009"
Saya tidak ucapkan 'dirgahayu' karena saya tidak tahu artinya secara harfiah :)
Di hari ulangtahun RI ke 64, semoga bangsa ini menjadi bangsa yg lebih
besar, bukan karena korupsinya, bukan karena bencananya, bukan karena
terorisnya, melainkan karena semangat nasionalisme nya, karena
semangat bersatupadunya, karena semangat kecintaannya terhadap negara
ini..
Semoga rakyat Indonesia bisa lebih baik taraf kehidupannya, semua
orang mendapat mata pencaharian yg layak, mendapat perlakuan yg
pantas, mendapat status yg sama rata...
Semoga pemimpin negeri dianugerahi kebijaksanaan yg tinggi, diberi
kemampuan melihat kebenaran dan keadilan, dijauhkan dari hasrat-hasrat
keliru, diberi keringanan tangan agar senantiasa peduli pada rakyat
kecil..
Semoga Seluruh Penduduk Indonesia Berbahagia Senantiasa... :)
Merdeka!

--
Best Regards,

LIM ALBERT
Life Surfer...
http://limalbert.blogspot.com

Berpacu Kebahagiaan

Satu lagi misi perjalanan hidup terselesaikan. Setelah 3 hari berpacu
dgn mesin-mesin di jalan raya, berpacu dgn keletihan, akhirnya
sekarang saya jd lebih lega, bahwasannya saya telah menyelesaikan
lamaran/pinangan kepada kekasih saya Deviyanti. Teman-teman doakan saya
ya, semoga semuanya lancar hingga kami bersanding di pelaminan :)
Doakan kami juga, semoga kami bisa lebih mencintai dan memiliki, lebih
bijaksana bersikap satu sama lain...
Sabbe Satta Sukhita Hontu..

--
Best Regards,

LIM ALBERT
Life Surfer...
http://limalbert.blogspot.com

Sunday, August 9, 2009

Kepulan Debu

Kala jemari terpatah
Lidah tak dapat lagi membela
Sepasang kaki enggan melangkah
Raga terkapar tanpa daya

Berpikir dengan daya logika
Berlindung di balik khasiat mantra
Menangis di bawah ketiak karma
Hidup sebagai pion sang kuasa

Menghibur diri dengan tontonan kisah
Mendayu hati dalam merdu suara
Bertahta dalam kerajaan mimpi semata
Memerintah rakyat-rakyat tanpa nyawa

Aku hanya kepulan debu derita
Mencoba bertahan dalam semu dunia
Jatuh bangun ikuti roda samsara
Tak mengerti ciptakan seribu tawa!

--
Best Regards,

LIM ALBERT
Life Surfer...
http://limalbert.blogspot.com

Friday, August 7, 2009

Selamat Jalan, Grandma...

Kemarin siang, nenek saya tercinta meninggal dunia..
Seorang figur ibu dari anak-anaknya, ibu dari cucu-cucunya, ibu dari cicit-cicitnya, yang tangguh dan sehat senantiasa, akhirnya terkapar di usia 85 tahun, ditelan kefanaan dunia...

Kami berduka, mengenang sang ibu, sang pengayom, yang berpuluh tahun menjadi pelindung penuh kasih bagi rumah di bilangan Jembatan Lima itu...
Namun kami sadar, betapa karma-karma baiknya akan menghantar ia menjadi penghuni surga...

Kegigihannya berjuang mencari uang sewaktu masih muda, dengan tangan-tangan terampilnya membungkus kue-kue basah... Dengan kebijaksanaannya mendidik anak-anak dan cucu-cucunya hingga beranjak dewasa dan beranak pinak.. Kerelaannya menerima segala keadaan tanpa pernah mengeluh, hingga sang ajal menjemputnya...

Selamat Jalan, Grandma, kami mencintaimu, kami merelakanmu pergi.. Semoga segala derita dunia terbayar dengan kebahagiaan surga bagimu...

by Lim Albert
Life Surfer..

Thursday, August 6, 2009

Pencuri, Penipu, Karma

Akhir bulan Juli lalu, saya tertipu oleh salah seorang customer toko
saya, sebesar 40ribu. Dua hari lalu, karyawan saya tertipu oleh
customer, dan uang kasir sebesar 283ribu raib digasak. Kemarin, uang
saya di tas juga hilang sebesar 118ribu...

Rangkaian kehilangan ini menyakitkan hati saya. Untuk toko sekecil
toko saya, yg baru beroperasi satu bulan, kehilangan uang sebesar itu
sangat menyakitkan. Omset di toko perhari baru sekitar 100-200ribuan,
bahkan kadang-kadang hanya puluhan ribu, malah pernah hanya 4500
sehari.
Terkadang para pencuri dan penipu itu kehilangan logika, tidak pernah
berpikir bagaimana orang lain berjerih payah untuk menghasilkan uang
yg hanya sedikit sekali, dan mereka dengan senangnya merebut hasilnya
bergitu saja..
Karena itu saya sangat kasihan dengan para pencuri dan penipu itu,
karena saya yakin, uang hasil curian mereka, akan menjadi bumerang di
kemudian hari. Saya percaya Tuhan, saya percaya karma, saya percaya
segala sesuatu yg kita tanam akan berbuah sama. Kita tanam kacang akan
tumbuh kacang, kita tanam jagung akan tumbuh jagung..
Meskipun rangkaian pencurian ini menyakitkan hati saya, saya tetap
akan tersenyum.. Terimakasih Tuhan, kau perpanjang akibat karma buruk
ini, semoga segera tuntas buah-buah karma burukku, dan esok kau
berikan buah-buah karma baikku, yg lebih manis... :)
Untuk para pencuri dan penipu, Kasihanilah dirimu sendiri, kau takkan
luput dari jerat yg kau buat sendiri!

--
Best Regards,

LIM ALBERT
Life Surfer...
http://limalbert.blogspot.com

Tuesday, August 4, 2009

Hidup dan Mati

Sekali lagi, hukum alam menunjukkan kuasanya.. Rangkaian kejadian hari
ini seperti berkisah, menjadi cermin, betapa buruk perbuatan-perbuatan
saya di masa lalu, yang membuat saya menuai buah yang asam, pahit,
bahkan busuk, hari ini...

Kapankah hari-hari saya menjadi lebih baik? Menghadapai kenyataan dan
masa depan, secara bertubi-tubi menjungkirbalikkan langkah saya,
sekonyong-konyong memutar emosi saya dalam badai air mata...

Tetapi, kembali lagi, sekalipun sedih, sekalipun pahit, saya sadar,
inilah kehidupan, inilah putaran samsara, inilah dunia, tempat kita
hidup, tempat kita bernafas, tempat kita.. MATI!


--
Best Regards,

LIM ALBERT
Life Surfer...
http://limalbert.blogspot.com

Monday, August 3, 2009

Badai Perubahan, Badai Kefanaan

Waktu cepat sekali berlalu.. Pagi ini saya membuka pikiran, hanya
sekejap, saya merasakan kefanaan..
Bahwasannya, pengalaman-pengalaman hidup selama hampir 8 tahun di
Jakarta, bagaikan mimpi-mimpi yg membentuk rangkaian kisah..
Kuliah, berteman dan berakrab dengan teman-teman, bercinta beberapa
kali, menangis, putus asa, kecewa, memulai bisnis dan gagal
berpuluh-puluh kali...
Hingga pada penghujung penggalan kisah, menyisakan jejak, menyisakan
kebanggaan, bahwa saya pada akhirnya bisa hidup dengan cukup layak di
Jakarta untuk bocah seumuran saya, hehehe...
Juga meninggalkan sejuta kenangan indah, bahwa saya pernah memiliki
sahabat-sahabat terbaik, mengalami banyak kisah dengan mereka, tawa
dan tangis bersama... Lucu mengingat kebersamaan kami, saat kami
bermusuhan, bercanda, saling membenci, saling curhat, haha...
Tapi kembali, saya sekejap menyadari itu semua, sebagai KEFANAAN
semata, sebagai mimpi-mimpi yg sudah berakhir.. Kini saya terbangun,
kembali ke kehidupan saya, di sini, di kampung halaman saya. Meniti
masa depan, nikmati canda dan tangis bersama keluarga, bersama calon
istri saya..
Hmmm.. Terkadang sakit menghadapi perubahan, tapi hidup juga tidak
enak kalau begitu-begitu saja.. Ada kalanya kita perlu merasakan asam
dan manis, agar tahu bersyukur, agar tahu menghargai yang kita
miliki..
Semoga, kita tetap tersenyum dihantam badai perubahan, badai kefanaan.
Semoga, semua makhluk berbahagia.. :)

--
Best Regards,

LIM ALBERT
Life Surfer...
http://limalbert.blogspot.com