Tuesday, March 16, 2010

Malaikat, Keluarga Miskin, dan Keluarga Kaya

Dua org malaikat berkunjung ke sebuah rmh keluarga kaya. Keluarga itu sgt kasar dan tdk mengijinkan kedua malaikat itu tdr didlm ruang tamunya. Malaikat itu ditempatkan di kamar kecil yg ada di basement. Ketika malaikat hendak tidur, malaikat tua melihat bhw ada dinding basement yg retak, lalu mereka memperbaikinya.

Malam berikutnya, kedua malaikat itu beristirahat di rmh keluarga petani miskin tp sangat ramah. Dan petani itu mempersilahkan kedua malaikat itu untuk tidur dikamarnya. Keesokan harinya malaikat menemukan petani itu dan istrinya menangis sedih karena sapinya terbaring mati. Malaikat yg lbh muda geram dan bertanya pd malaikat yg lbh tua, "mengapa kau membiarkan hal ini terjadi? Keluarga yg kaya itu memiliki segalanya dan engkau membantu menambalkan dindingnya, sedangkan keluarga petani yg miskin ini mengapa kau biarkan sapinya mati?".
Malaikat yg tua berkata, "Sesuatu tdk selalu kelihatan sebagaimana adanya. Ketika kita bermalam di sana aku melihat emas tersimpan di lubang dinding itu, krn org kaya tsb tamak maka aku menutup lubang dindingnya agar ia tdk menemukan emas itu. Td malam ktk kita tdr di kamar petani miskin itu, malaikat maut dtg mau mengambil nyawa istrinya maka aku memberikan nyawa sapinya shg istrinnya tdk meninggal. Sesuatu tdk selalu kelihatan sebagaimana adanya".

Kadang2 itulah yg kita rasakan ketika kita berpikir bhw sesuatu tdk seharusnya terjadi. Semua hal yg terjadi adalah demi kebaikan kita. Kita mgkn tdk menyadari hal itu sampai waktunya tiba ??

by Lim Albert
Life Surfer..

Beatiful Story about Life & Struggle

‘Mengapa ada beberapa orang yang mampu melewati badai cobaan paling dahsyat dalam hidupnya dan tetap berdiri tegar. Sementara beberapa lainnya selalu mengeluh, complain terus tentang setiap gangguan kecil dalam hidupnya dan akhirnya semakin terpuruk?’

Ramesh menjelaskan-nya dalam kisah yang sangat indah ini.

‘Suatu saat, hidup seorang yang sangat dipenuhi oleh roh kasih dalam hidupnya. Ketika ia meninggal, semua orang mengira bahwa manusia sepertinya pasti langsung masuk ke Surga.

Tetapi karena sesuatu dan lain hal, malaikat di Surga berbuat kesalahan. Ia kelewatan nama orang itu dan berpikir karena orang tersebut tidak terdaftar di Surga, tempatnya adalah di ‘tempat satunya lagi’ dan ia langsung mengirimnya ke Neraka!

Dan di Neraka, tidak ada yang men-cek reservasi anda. Semua yang dibuang di sana adalah penghuni abadi. Jadi begitulah, orang tersebut tinggal tanpa membantah karena ia berpikir mungkin dia belum layak untuk tinggal di surga.

Hanya seminggu kemudian, Raja Iblis pergi ke Surga. Marah-marah menuduh bahwa Kerajaan Surga telah melakukan terorisme di Neraka.

‘Ada apa?’, tanya malaikat Surga.

Sang Raja Iblis berteriak dengan murka.

“Apa maksud kalian mengirim orang ini ke Neraka. Dia benar-benar merusak tempatku. Sejak awal, dia tidak pernah membalas siapa pun yang menyakitinya. Malahan ia selalu mendengarkan, mengasihi dan menghibur yang lain. Sekarang semua penghuni di sekeliling orang ini mulai saling memeluk dan mengasihi satu dengan lainnya. Ini bukan Neraka yang ku-kehendaki. Ini orangnya aku kembalikan, aku tidak perduli. Pokoknya aku tidak bisa menerimanya di kerajaan-ku!”

Dan Ramesh menutup ceritanya dengan berkata,

“Maka hiduplah dengan penuh cinta dan kasih dalam hatimu. Sehingga apa pun yang terjadi denganmu, sampai sekalipun malaikat melakukan kesalahan dan mengirim-mu ke Neraka, Sang Iblis sendiri yang akan mengantarmu kembali ke Surga.”

by Lim Albert
Life Surfer..

Sunday, March 7, 2010

Pertemukan Saja Saya dengan Neraka

 
March 1, 2010 by admin  
Filed under Artikel Terbaru

“Di kantor saya bermasalah dengan atasan saya, setiap hari ada saja yang membuat dia marah kepada saya. Teman-teman kantor saya sama juga gak ada yang peduli, urusannya sendiri saja boro-boro saling bantu. Pulang ke rumah bukannya dapat hiburan dari anak istri, eh malah diomelin, udah seperti di neraka hidup saya ini.”
Catatan di atas adalah sebuah potongan kecil dari beberapa sahabat yang pernah berbagi bersama saya. Di mana saat mereka bercerita mengenai perasaannya, saya merenung dengan dalam makna dari apa yang disampaikannya.
Seperti biasa alam rasa kembali berbicara mengaduk-aduk, mencampur-campur, membolak-balik fakta yang ada untuk melihat dari sisi lain sudut pandang logika.
Perlu lebih banyak kebijakan logika untuk lebih memahami esensi dari sebuah tempat yang dinamakan “NERAKA”.
Neraka yang dianalogikan dengan kesempitan dan keterbatasa logika seolah adalah sebuah tempat yang mengerikan, penuh dosa, penuh derita, bahkan tidak ada lagi harapan baik jika berada di tempat tersebut.
Gambaran logika dengan keterbatasaanya ternyata membuat beberapa sahabat tersebut bahkan berani memprasastikan bahwa hidupnya saat ini sangat mengerikan, tidak menyenangkan sama sekali, hitam pekat seperti layaknya neraka.
Beberapa sahabat lupa bahwa apa yang dialaminya adalah sebuah bahasa suci Tuhan dalam terkaan “kenerakaan” dari semua masalahnya.
Tuhan sebenarnya sedang bertutur lembut dan meminta kita bersabar, menolong orang lain yang memiliki permasalahan yang sama, peduli, menyayangi dan beramal lebih baik dari sebelumnya, dan jika lebih dalam lagi kita bahasakan dengan dalamnya rasa, bukankah saat itu justru Tuhan sedang mengantar kita kedalam jalan Surganya?
Hemmm….logika memang demikian singkat berfikir, tetapi kompleks dalam menyimpulkan:
Hanya diam yang tertinggal dan doa yang dalam “Tuhan pertemukan saja saya dengan Neraka (baca: Permasalahan) agar kuat saya bersabar dan berikhlas.”
Terima kasih untuk semua sahabat yang telah menjadi sumber inspirasi
Tabik terdalam
* Ardian Wahyudi. Saat ini aktif sebagai seorang Lead Auditor untuk Sistim Manajemen Mutu dan Trainer pada bidang pengembangan sistem mutu seperti halnya Quality Management, Health and Safety Management dan juga dalam bidang Traditional Spiritual Mindset. Sangat tertarik untuk mempelajari filosofi kebudayaan lokal terutama budaya jawa dan memiliki mimpi untuk bersama mengembalikan ajaran luhur nusantara menjadi prinsip hidup generasi muda bangsa. Dapat dihubungi di wahyudi.ardian@gmail.com ; wahyudi_ardian@yahoo.com atau telp 081310654438


Sumber: Pembelajar.com
by Lim Albert
Life Surfer..