Friday, April 30, 2010

Capek

Penat rasanya bergulir dalam kehidupan..
Capek saya berkeluh kesah, mengurai helai demi helai benang-benang masalah..
Sudah sepenuh logika coba saya cerna semua itu, tapi tetap gak ketemu juga akar dan ujungnya..
Apa saya yang sudah gila? Atau hanya sekedar hampir gila?
Ataukah separuh jiwa dan pikiran saya sudah mati rasa?

by Lim Albert
Life Surfer..

Wednesday, April 21, 2010

Nasihat Dari Tuhan

TUHAN : Ini TUHAN. AKU mendengar doamu. Jadi AKU ingin berbincang-bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi Produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, Produktifitas membebaskan waktu.

AKU : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan TUHAN mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : AKU ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, AKU ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.

AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU:Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN: Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung, yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU : Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus AKU?". Jika

mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus AKU?".


AKU : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan hanya mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukan hanya proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
 

Sumber: kaskus.us
by Lim Albert
Life Surfer..

Wednesday, April 14, 2010

PR saya naikkk :))))

Wah wah setelah sempat down dari PR2 jadi PR0, sekarang tiba-tiba PR saya naik jadi PR3! Trims om Google, hehehe...
Mudah-mudahan membawa efek positif bagi teman-teman yang tukaran link dengan saya :)
Sekalian dalam postingan ini saya mau kasih kabar gembira bahwa saya baru saja selesai melangsungkan pernikahan di dua tempat berbeda:
Cirebon: Pemberkatan Gereja dan Resepsi 28 Maret 2010
Lampung: Resepsi 11 April 2010
Doakan supaya pernikahan saya langgeng dan dikaruniai anak cucu ya temans :)
Akhir kata, saya doakan semoga teman-teman selalu sukses dalam segala bidang... :)

by Lim Albert
Life Surfer..

Thursday, April 1, 2010

Jika Takut Melangkah, Melompat Saja Jangan Berpikir

Dalam proses kehidupan memang kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan yang kita rasa membingungkan dan cukup sulit untuk diputuskan.
Tidak jarang bahkan ada orang-orang yang merasa gamang, bimbang, tidak pasti lebih parah putus asa dalam memilih keputusan-keputusan yang akan dijalani.
Dalam suatu sesi sharing dengan beberapa sahabat terlontar pernyataan bahwa kegamangan, kebimbangan, dan ketidakpastian justru lebih banyak ditimbulkan oleh banyaknya pemikiran dan logika bermunculan, entah dalam bentuk ide, gagasan atau usulan. Yang pada akhirnya membuat intuisi kita menjadi kurang peka.
Ya … INTUISI. Sebuah kata atau kalimat yang cukup mentereng terdenger tetapi saat ini sudah jarang Bahkan hanya sebagian kecil sekali yang kita gunakan. Alasan mengapa si “Intuisi” ini jarang digunakan ada bermacam-macam, ada yang bilang karena tidak bisa membedakan, ada yang lain bilang kelamaan kalo nunggu intuisi muncul, bahkan lebih parah ada yang bilang disekolahkan tinggi-tinggi kok cuma mau belajar “kebatinan”.
Terlepas dari definisi secara keilmuan, apapun yang sering saya sebut dengan Intuisi ini, adalah alat dasyat yang diberikan Tuhan, dimana sebenarya itu adalah suatu perangkat canggih semacam detektor, GPS, atau radar yang paling dahsyat di dunia.
Bayangkan jika suatu waktu anda dihadapkan pada suatu peristiwa dimana, anda dikejar hewan buas yang galak dan posisi anda terjebak pada suatu sudut dimana sudah tidak dapat bergerak lagi ke kanan, ke kiri, ke bawah, dan ke atas … pilihan yang ada hanya satu yaitu ke depan, walaupun Anda tidak tahu ada apa didepan (mungkin malah ada harimau) atau ada lobang yang sangat dalam atau ada semak berduri. Tapi saya yakin pasti Anda akan melompat ke depan. Pertanyaan saya apakah Anda berpikir dalam memutuskan itu? Aaya yakin pasti Anda jawab ya, tapi jika saya tanya lagi, yang terpikir pertama kali untuk lompat atau untuk menyelamatkan diri? Pertanyaan saya lagi kenapa Anda putuskan itu dan dari mana keputusan itu berasal?
Sungguh luar biasa Tuhan menciptakan hal ini……
Sebenarnya dalam setiap permasalahan dan keputusan-keputusan yang akan kita buat, kita hanya diminta untuk diam, merenung, dan menyerahkan semuanya kepada intuisi kita. Jika sudah terbesit dorongan halus intuisi kita yang perlu anda lakukan adalah jangan takut melangkah, melompat saja dan jangan berpikir. Karena Tuhan bicara lewat intuisi Anda, bukan pikiran Anda.
Salam Keberkahan.



Sumber: Pembelajar.com
by Lim Albert
Life Surfer..