Thursday, September 15, 2011

Bersyukur

Setelah lelah memeras otak untuk memenangkan persaingan dagang,
menguras emosi untuk mengatakan kata-kata tak berguna,
memendam segenap kecamuk pada keluarga,
seorang bapak datang menyapa, aku tau sekali bapak itu, orang yang gagal dalam usaha, terlilit hutang beberapa ratus juta rupiah, kabur, dan kembali lagi ke kota ini untuk merintis kembali usahanya. Kabarnya ada temannya yang berbaik hati meminjamkan modal untuknya memulai usaha lagi..
Ia menyalami saya, menyalami teman saya, dan berkata, "Apa Kabar?"
Lalu ia berkata kepada kami, dan tentunya kepada dirinya sendiri:
"Pasang surut kehidupan itu hal yang biasa,
yang tersulit untuk dilakukan manusia adalah BERSYUKUR..."

Saya terhenyak, seperti ada sentilan halus dalam hati. Butuh waktu satu malam untukku mencerna kata-kata itu.. Saat ini, saya tersenyum, sambil berucap dalam hati, "Terima Kasih TUHAN, segala syukur terdalam kuucapkan kepadaMU, karena keluarga yang lengkap dan penuh kasih sayang, karena kesehatan dan umur yang KAU beri kepada kami, karena rejeki yang terus kau lancarkan setiap hari. Tiada kata yang bisa kuucap lagi, selain Terima Kasih kepadaMU..."

by Lim Albert
Life Surfer..

Wednesday, September 7, 2011

Mengais Celah

Ketika kenyataan memberikan tantangan,
Sambil meludah memberikan cercaan,
Kuterima sebagai cambuk yang mendorongku lebih keras lagi.
Aku adalah orang yang sedang mengais di celah dunia,
Melenggak ke kanan dan ke kiri tanpa tau arah pasti,
Kadang terantuk batu jalanan,
Kadang tertusuk paku tajam,
Kadang terjatuh,
Namun aku tetap bangun, menghapus luka, dan berjalan lagi.
Aku takkan menyesali apapun.
Aku adalah pejalan kaki yang lamban,
Tapi aku takkan pernah berjalan mundur.

by Lim Albert
Life Surfer..

Thursday, September 1, 2011

Selamat Merayakan Kemenangan

Saya sekeluarga mengucapkan Selamat Merayakan Kemenangan, IDUL FITRI 1432 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin 

by Lim Albert
Life Surfer..

Thursday, July 7, 2011

Kutipan Super MT 1

Engkau yang malam ini terluka
oleh pengabaian, yang harapanmu ditepis
seperti perca usang,

Kesinilah.
...
Duduklah di sini bersamaku.

Jika hatimu gamang di ambang tangis,
ijinkanlah ia menangis tulus.

Sesungguhnya,
airmatamu adalah doa penghubung hatimu
yang dibisukan oleh pilunya pengabaian,
dengan perhatian Tuhan.

Wajah yang pasrah kepada Tuhan
adalah wajah yang terindah.

Tuhan akan menyelamatkanmu.

Aamiin
Sumber: Mario Teguh Facebook

by Lim Albert
Life Surfer..

Friday, June 3, 2011

Be Like a Mirror - Jadilah Seperti Cermin

Penulis : Andrie Wongso
Cermin memberi seseorang perasaan percaya diri jika dandanan atau penampilannya sesuai dengan apa yang diharapkan. Melalui cermin, kita bisa melihat bagaimana diri kita, di mana kelebihan kita, di mana kekurangan kita. Perwajahan kita tak akan berubah jadi lebih baik atau lebih jelek, lebih hitam atau lebih putih, selama cermin itu berfungsi sesuai kodratnya, tidak pecah, tidak rusak, dan permukaannya rata.
Cermin adalah wujud kejujuran. Kita bisa menganggapnya sebagai alat untuk introspeksi diri tanpa khawatir disertai dengan suatu tendensi. Dalam diamnya ia bisa menunjukkan jati diri orang-orang yang berada di hadapannya seperti apa adanya. Diamnya tidaklah statis, diamnya memberi manfaat dengan kejujuran yang ditampakkannya.

Bruce Lee memberi perumpamaan itu dalam satu rangkaian kalimat, "Moving, be like water. Still, be like a mirror. Respond like an echo." Bergerak, jadilah seperti air. Diam, jadilah seperti cermin. Bereaksilah seperti suatu gaung.
 

Bercermin juga bisa diartikan sebagai sarana mengevaluasi diri. Maka, dalam kondisi diam, Bruce Lee mengukur kekuatan diri sekaligus berkaca dari kekuatan lawan. Di saat itulah, ia tahu apa yang harus dilakukan untuk mengalahkan sang lawan. Begitu juga kita. Mari jadikan saat "bercermin" untuk melihat ke dalam diri, apa saja yang bisa kita maksimalkan, apa saja yang masih bisa ditingkatkan, sehingga kita selalu punya bekal agar jadi pemenang kehidupan!

Salam sukses luar biasa!!


Sumber: AndrieWongso.com
by Lim Albert
Life Surfer..

Sunday, May 1, 2011

[SHARE] Ilmu Dagang, review ya gan!



agan-agan, ane mau coba share ilmu dagang menurut ane, didapat dari buah pemikiran ane sendiri, berdasarkan pengalaman ane berdagang (online maupun offline) selama ini.

beberapa point yang mau ane share:
1. tipe barang dagangan
ada beberapa cara memilih barang yang mau diperdagangkan secara efektif, yaitu:
- sesuaikan dengan minat kita

misal, ane sangat tertarik dengan dunia elektronika, utak atik tivi, dvd player, dll, maka barang jenis ini layak untuk diperdagangkan, karena pasti ane akan lebih menikmati proses mencari uang dengan menjual barang2 tsb.
- sesuaikan dengan karakteristik daerah tempat tinggal kita
jika ane tinggal di kampung yang agak pedalaman, maka tidak layak kalau ane buka showroom mobil di sana, atau butik baju2 berkelas, karena pasti peminatnya juga akan sangat sedikit. begitu pula jika ane tinggal di kota besar, gak akan banyak peminat kalau ane jualan gerabah dari tanah liat, atau aneka caping yang biasa dipakai petani.
- sesuaikan dengan modal kita
intinya, modal besar --> carilah barang dagangan yang cepat terjual (fast moving) meskipun margin nya sedikit
modal kecil --> carilah barang dagangan yang margin nya besar sekalipun lama terjual (slow moving)
penjabaran tentang ini akan dibahas lebih detil di bawah

2. membaca kekuatan modal
point kedua ini akan sekaligus menjelaskan tentang "sesuaikan barang dagangan dengan modal kita"
misal ane punya modal 10juta, dan ane dagang barang2 sembako yang keuntungan rata2 per pcs nya 3%.
barang sembako adalah barang yang fast moving, jadi barang-barang ane cepat habis dan cepat masuk stok, lalu habis lagi, dst..
agar lebih mudah, begini ilustrasinya:
10jt -- hari ke-3 barang habis, untung 3%, modal jadi 10,3jt
10,3jt -- hari ke-6 barang habis, untung 3%, modal jadi 10,6jt
10,6jt -- hari ke-9 barang habis, untung 3%, modal jadi 10,9jt
dst..
sampai pada hari ke-30 (1 bulan) barang habis, modal menjadi 13,43jt

sekarang misal ane punya modal 10jt, dan ane dagang baju (eceran pastinya), yang keuntungan mencapai 30% per pcs, tapi slow moving
10jt -- hari ke-7 barang habis, untung 30%, modal jadi 13jt
13jt -- hari ke-14 barang habis, untung 30%, modal jadi 16,9jt
16,9jt -- hari ke-21 barang habis, untung 30%, modal jadi 21,9jt
21,9jt -- hari ke-28 barang (1 bulan) habis, untung 30%, modal jadi 28,5jt

nah berarti bisa disimpulkan, modal kecil harus jualan barang yang margin nya besar, sekalipun barang tsb slow moving.

nah, sekarang, misal ane punya modal 100jt, ane jualan sembako. jika disamakan dengan ilustrasi di atas, maka pada hari ke-30 (1 bulan) barang habis, modal menjadi 130,43jt

sedangkan kalo ane bisnis baju (eceran), gak akan sesuai dengan ilustrasi sebelumnya. mengapa? karena bisnis baju eceran slow moving, dan jika kita stok barang hingga senilai 100juta, bisa dipastikan barang tidak akan cepat habis terjual. jika mau cepat habis terjual, maka harus jual grosir yang margin nya mungkin berkisar 5-10% saja, dan tetap saja tidak berputar secepat jual sembako.

jadi kesimpulannya, modal besar harus jualan barang yang fast moving, sekalipun marginnya kecil


3. jangan terlalu manjakan pelanggan!

pepatah lama bilang, "pelanggan adalah raja"
tapi ane berani bilang, "tidak semua pelanggan adalah raja"
kenapa? karena tidak semua pelanggan loyal terhadap kita!
kita semua adalah pelanggan, pelanggan warung tetangga, pelanggan operator selular, pelanggan tukang sayur, pelanggan angkot, dll
sekarang, misal ada tukang sayur baru yang jual lebih murah dari tukang sayur langganan kita, apakah kita tidak tertarik untuk pindah langganan? belum lagi jika tukang sayur tsb lebih lengkap dagangannya, bisa diutang lagi
begitu pun kita, dalam berdagang, akan banyak kejadian pelanggan yang suka berpindah-pindah. sekalipun kita servis dia dengan nilai plus, berupa diskon, atau layanan yang ramah, bahkan hutang, tapi tidak akan ada pelanggan yang 100% loyal terhadap anda!
misal ane jualan sembako, ane jual minyak goreng murah, tapi di sebelah ane ada warung yang jual terigu murah, maka bisa saja terjadi, pelanggan ane hanya beli minyak goreng ke ane (hutang lagi) tapi diam2 beli terigu ke warung sebelah, sekalipun ane sudah mati2an menjaga dia supaya belanja hanya ke tempat ane (biasanya diikat dengan memberi hutang ke pelanggan tsb). besoknya, ane turunin harga terigu ane, eh pelanggan tsb tetep aja belanja ke sebelah, karena timbangannya lebih "anget" di sana. besoknya lagi timbangan terigu ane "angetin", dia teteppp aja belanja ke sebelah, karena ternyata dia suka sama pedagang nya yang guanteng


segini dulu aja sharing dari ane gan, kalo ada yang mau nambahin, atau mau merespons, mengkritik, dsb, monggo aja gan   


Sumber: kaskus.us

Lim Albert
Life Surfer...

Thursday, March 17, 2011

Gelombang Kehidupan

Saya terus bergelut dengan deru busuk kehidupan. Sekuat tenaga saya coba melawan putaran nasib, menantang kuasa takdir. Setiap rembulan datang, yang tersisa hanya saya, anak manusia yang terkapar dengan peluh, lelah..
Tapi saya tahu, belum saatnya saya angkat tangan, saya masih kuat, terlalu kuat untuk menyerah.. Saya masih punya tubuh dengan timbunan energi berlebih :)
Saya tetap bergulir, waktu demi waktu, hari demi hari, yang walaupun menjemukan, tetap saya jalani, sekalipun dengan rutukan dan sumpah serapah! Saya tidak berharap lagi pada Tuhan, atau pada manusia, saya berharap pada kesempatan, berharap pada kesigapan saya menangkap dan melayani sang dewa, saya berharap pada keberuntungan!

Saya, yang masih tetap berdiri, masih memiliki dua orang kekasih yang terus mendukung dan menemani saya, mengerti dan memeluk saya dalam keadaan apapun, dia adalah istri saya dan anak saya :)
Saya, pengarung gelombang kehidupan :)

by Lim Albert
Life Surfer..

Sunday, March 6, 2011

Belajar dari si Renta Bungkuk yang Tak Meminta

Penulis : Ridha Fajarwati Hidayah Sutardi

Bagi kita yang mau berpikir, tidak ada yang sia-sia dari apa yang telah diciptakanNya di bumi dan di langit ini. Segala sesuatunya menyimpan "pesan" yang harus kita cari. Bahkan tidak hanya sekadar dicari, melainkan dijadikan cermin bahkan sandaran untuk kita bisa berpijak.
Sama halnya di setiap perjalananku menyusuri keramaian-keramaian jalan, atau meski hanya sekadar nongkrong di pinggiran jalan sembari menikmati jajanan kecil, setidaknya akan ada banyak cerita jika kita mau cermati dari setiap keadaan yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasa, apapun itu.

Mencoba membuka kembali ingatan beberapa waktu yang silam. Berturut-turut dipertemukan dengan penjual sayur keliling di ramainya lalu lalang kendaraan. Mungkin biasa saja dengan jenis pekerjaannya, tapi yang menjadi pusat perhatian yang menyebabkan mataku tak berkedip atau memalingkan kepalaku ke arah lain adalah kondisi si penjual sayur.

Di tiga hari pertama, hanya bisa melihatnya saja sepanjang motorku melewatinya sambil sesekali memerhatikan bagaimana kondisinya. Selang beberapa hari berikutnya, ada keinginan hati untuk memberhentikan laju motorku dan diam di pinggir jalan sembari menunggunya lewat ke hadapanku. Setelah dia mendekat, semakin jelas terlihat keadaannya, mengkhawatirkan.

Tergerak seketika, teman kerjaku mengepalkan lembaran uang sepuluh ribuan untuknya, bukan sekedar karena merasa iba atas kondisinya, tapi semangatnya di saat dia renta dan tak lagi tegak untuk berdiri, di saat jalannya yang tak lagi lancar tapi terpapah-papah, tidak lantas menjadikan dia dengan mudahnya menengadahkan tangan hanya untuk meminta belas kasihan orang dengan meminta-minta.

Jalanan panjang dia susuri di teriknya siang, tak mempedulikan bunyi klakson motor karena merasa terhalangi oleh lambatnya dia berjalan. Berjalan terus mencari orang yang mau membeli barang dagangannya sembari sesekali menyeka keringatnya, begitu mengkhawatirkan.

Tapi di sisi lain, ada banyak orang yang begitu mudah meminta-minta belas kasihan orang dengan cara-cara yang tidak baik. Segala cara dilakukan meskipun itu merendahkan dirinya sendiri demi mendapatkan uang, padahal kondisi fisik mereka pun sehat dan kuat.

Ada banyak "pesan"-Nya yang bisa kita ambil dari pertemuan tak sengaja ini. Boleh jadi kita yang kuat untuk berdiri tegak hanya mempergunakan waktu dengan bermalas-malasan saja, kita yang bekerja di tempat yang nyaman tidak memberikan kotribusi terbaik untuk masyarakat banyak. Kita yang sehat, kuat dan difasilitasi barang-barang yang agak 'wah' terkadang lupa untuk bersyukur, meski sekadar mengingat mereka di luar sana yang kekurangan, pun sekedar ber-perceptual position dengan menjadikan diri kita adalah mereka, agar kita tahu bahwa kita masih hidup dalam kelayakan.

Lihat, dengar dan rasakanlah. Perjalananku mungkin hanya sekedar perjalanan biasa, tapi yakini di setiap perjalanan manusia akan selalu ada "pesan" yang harus kita cari. Semoga tak menjadi sebuah kesalahan ketika ku tulis ulang apa yang aku lihat, aku dengar, dan aku rasa. Bacalah, semoga ada hikmah untuk perjalanan kita selanjutnya.

Sumber: AndrieWongso.com
by Lim Albert
Life Surfer..